Kenalkan IDOS, OS Baru Dari Advan

Screenshot_2

Advan barusan mengenalkan operating sistem (OS) yang diklaim mempunyai ciri khas sendiri dibanding dengan produsen smartphone lain. OS yang mereka sebut dengan Indonesia Operating Sistem (IDOS) ini sejatinya adalah pengembangan dari basic Android Marshmallow 6. 0. Pengembangan OS mereka ini disadari sesuai sama keperluan customer di Indonesia.

” Lebih kurang, semuanya merk mempunyai spesifikasi yang nyaris sama. Namun kita lihat, keperluan orang Indonesia bukan sekedar dari segi spesifikasi saja. Ada dari feature serta manfaatnya. Nah, IDOS ini OS yang mewakili keperluan customer di Indonesia, ” terang Tjandra Lianto, Marketing Director Advan waktu media briefing di Jakarta, Senin (17/4).

Disebutkan Tjandra, satu diantara feature sebagai kelebihan dari IDOS ini yaitu keamanannya. Hal semacam itu disadari mereka jutaan bugs waktu meningkatkan proteksi keamanan data sudah dikerjakan timnya yang ada di Jakarta serta Semarang. Bahkan juga, dia sesumbar IDOS yang dipakai di Advan G1 ini sudah prima hingga bakal meneruskan pengembangan ke IDOS 7 untuk smartphone anyarnya kelak.

” Diluar itu, kehadiran IDOS jadikan penampilan antar muka hp tidak sama, ” kata dia.

Baca Juga : Harga Meja Belajar

Terpisah, menurut pengamat gadget Lucky Sebastian, pada intinya IDOS yang di ciptakan Advan bukanlah suatu hal yang baru. Pasalnya, sebagian produsen smartphone seperti Xiaomi, Huawei, serta Samsung juga sudah lakukan hal sama. Terutama, IDOS itu lebih pas dimaksud dengan User Interface (UI) atau Antar Muka.

” Basisnya sama Android, serta pada UI ini mereka membenamkan design serta feature penambahan yang tidak sama, agar mempunyai ciri khas. Bahkan juga, Polytron juga lakukan hal yang sama juga dengan Vira OS. Mungkin saja dengan sebutan OS dibelakangnya, kesannya lebih berbobot, ” ungkap dia pada Merdeka. com waktu dihubungi lewat pesan singkat.

Meski demikian, bukanlah bermakna IDOS ini tidak bagus. Kata Lucky, usaha Advan butuh dihargai. Sebab, bikin UI tidaklah suatu hal yang gampang, terlebih mengintegrasikan beberapa feature yang dapat menaikkan keringanan penggunaan satu piranti. Cuma saja dia merekomendasikan, bila UI janganlah sangat banyak dikustomisasi. Hal semacam itu dapat mengakibatkan smartphone begitu berat serta menggunakan resource waktu booting diawali.

” Jadi memanglah mesti bebrapa pandai bikin UI yang bermanfaat, namun tak membebani kemampuan OS. UI juga dapat jadi penghalang upgrade OS, lantaran saat ada up-date yang baru, contoh android Marshmallow ke Nougat, mesti di buat lagi integrasi UI yang baru serta pas dengan OS baru. Pekerjaan yang semakin banyak di banding sebatas turut OS standard android, ” jelas dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *