Kerugian Akibat Samsung Galaxy Note 7 Tertolong Dengan Chip

Screenshot_13

Samsung menginformasikan pada Senin 23 Januari 2017, kalau insiden meledak serta terbakarnya Galaxy Note 7 dikarenakan oleh baterai yang overheat. Oleh karenanya, beberapa analis menyebutkan hal itu bakal beresiko pada finansial perusahaan. CNet, Selasa (24/1/2017), melaporkan kalau usaha chip Samsung mungkin saja membantu penurunan pemasukan di divisi mobile. Seperti di ketahui, Samsung bukan sekedar di kenal sebagai pemain besar di industri smartphone serta TV, namun juga di industri semikonduktor seperti chipset, processor, serta OLED.

Samsung dalam laporan pendapatannya mengatakan kalau usaha semikonduktor melonjak 77% pada kuartal ke empat. Samsung menyampaikan kalau di pertengahan hingga periode panjang, mereka menginginkan pergeseran dalam industri tehnologi untuk konsentrasi pada internet of things, kecerdasan buatan, serta automotif untuk tingkatkan usaha komponennya.

Perusahaan juga melaporkan laba kuartal ke empat keseluruhannya naik 50% jadi 9, 22 triliun won (USD7, 9 miliar) lantaran pelanggan memperoleh chip memori serta panel display. Pada intinya, penjualan ada di angka USD45, 8 juta. Laba di usaha mobile Samsung juga bertambah lantaran pelanggan mencari Galaxy S7 serta S7 Edge, dan smartphone kelas tengahan sampai low-end.

Pada kuartal ke empat, laba operasional di Samsung IT & usaha mobile naik 12% jadi 2, 5 triliun won (USD2, 1 miliar). Penjualan untuk usaha turun 5, 6% jadi 23, 6 triliun won (USD20, 3 juta). Untuk usaha mobile pada 2017, Samsung meramalkan perkembangan yang lambat pada keinginan smartphone, tetapi menyampaikan selalu berinovasi baik dalam piranti lunak serta piranti keras di semua line-up perusahaan serta mengutamakan keselamatan customer.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *