Plug and Play Cari 20 Startup Indonesia

Screenshot_7

Wiraswastawan ‘sangat muda’ akan didukung dari Plug and Play Indonesia. Akselerator startup tehnologi itu menginformasikan kalau pihaknya bakal menanamkan investasi pada wiraswastawan di Nusantara Indonesia, bahkan juga perusahaan itu akan memperhitungkan startup yang masihlah berumur 5 th..

Akselerator startup yang berbasiskan di Silicon Valley itu kerap jadi pembicaraan lantaran cara inovatif yang digunakannya dalam temukan serta membina beberapa orang yang memiliki bakat dalam bagian tehnologi. Tetapi, Nayoko Wicaksono, sebagai direktur program lokal menyampaikan kalau Plug and Play Indonesia mesti membuat terobosan paling baru bila pihaknya menginginkan membuahkan beberapa produk serta pengusaha yang bakal punya pengaruh nanti.

“Jenjang wiraswastawan diawali mulai sejak awal. Rentang umur ini – dari mulai umur sekitaran lima th. – adalah umur paling baik untuk menyerap pengetahuan dan lakukan evaluasi, ” jelas Nayoko dalam info tertulisnya, Sabtu (1/4).

“Membangun satu usaha bakal memberi pengalaman bernilai yang bakal menolong meningkatkan keyakinan diri, ketrampilan berorganisasi, manajemen, dan komunikasi. Anak-anak ini bisa dibina sedini mungkin saja untuk jadi pengusaha ulung di hari esok. Lagipula, kami adalah investor yang tawarkan investasi periode panjang yang lihat prospek sampai 30 th. ke depan, ” sambungnya.

Nayoko juga menyampaikan kalau misi Plug and Play di Jakarta tak hanya cuma untuk memperoleh keuntungan. ”Kami begitu passionate untuk membina pengusaha paling baik 30 th. lebih cepat dari pada pesaing. Kami menginginkan wiraswastawan muda dapat menguber yang diimpikan mereka. Saat Kamu mempunyai passion untuk lakukan suatu hal, kami yakin kalau Kamu telah meniti 1/2 jalan menuju keberhasilan, ” tuturnya.

Plug and Play Indonesia sediakan sebagian value-add pada startupnya yang akan tidak diperoleh oleh startup-startup lain diluar sana. Menurut Nayoko, Plug and Play Indonesia tawarkan peluang bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan korporat.

Dalam peluang kerjasama itu, Plug and Play tawarkan pendanaan awal sebesar USD 50. 000 atau sekitaran Rp 665 juta, sarana coworking space gratis, tuntunan dari beberapa pemimpin industri, perlengkapan serta layanan gratis sampai sejumlah USD 60. 000 atau Rp 799 juta. “Kami juga tawarkan koneksi pada beragam investor lokal serta internasional bersama dengan akses ke Silicon Valey serta komune tehnologi global yang lain, ” tuturnya.

Di samping menanamkan investasi di startup yang dikelola anak-anak, Plug and Play Indonesia juga tawarkan peluang untuk anak-anak untuk belajar tentang investasi. “Kami juga mempunyai koneksi dengan sebagian investor muda berhasil berusia 10-15 th., yang menanamkan modal berbarengan dengan orangtua mereka yang kaya untuk menolong sesama pengusaha, ” lebih Nayoko.

Saat di tanya apakah rencana ini bakal membawa hasil di Indonesia? Wicaksono menerangkap, beberapa startup itu tak takut tidak berhasil. Malah, sebagai pakar tehnologi inheren, mereka penuh dengan rasa penasaran. Mereka mengetahui tehnologi mulai sejak lahir. Sarana tempat belajar yang kami siapkan untuk anak-anak itu dipenuhi dengan beragam tools startup berbentuk mainan yang bakal menolong meningkatkan ketertarikan dan pembangunan usaha mereka.

“Kami juga mempunyai koneksi mentor yang luas yang bisa jadi guru dan pengasuh yang baik untuk wiraswastawan muda itu, ” terangnya.

Mengenai mentor-mentor yang bekerja sama juga dengan Plug and Play Indonesia meliputi Sukan Makmuri (CTO Kudo), Kevin Darmawan (Managing Partner Coffee Ventures), Eunice Sari (CEO UX Indonesia), Norman Sasono (CIO Bizzy), Novistiar Rustandi (CEO HarukaEdu), David Soukhasing (Director ANGIN), Sebastian Sieber (CMO Lazada Indonesia), serta ada banyak lagi.

Plug and Play Indonesia merencanakan terima 20 startup dalam program akseleratornya di th. 2017, terdiri atas 2 gelombang dengan 10 startup untuk setiap gelombangnya. Terlebih dulu, Nayoko sendiri mempunyai pengalaman bertahun-tahun dalam bangun KMK On-line.

Dia juga adalah pendiri perusahaan lokal bernama Seekmi yang beroperasi di sektor layanan on-demand. Nayoko berhasil mengadakan konferensi tehnologi di th. 2014 (NXT CON) dimana dia mendatangkan enam pembicara dari akselerator terkenal Y Combinator termasuk juga Juicetin Kan (founder Twitch), Tikhon Bernstan (CEO Parse), serta Kevin Hale (CEO Spectacle), eksekutif wanita awal Facebook, dan Ray Chan (founder 9GAG) ke Jakarta.

Nayoko mengungkap kalau founder startup muda bisa daftarkan diri ke program akselerator Plug and Play Indonesia dengan berkunjung ke website ini. “Definisi berhasil untuk kami adalah bangun startup yang fokus pada perkembangan serta penambahan omzet dengan cara berkepanjangan. Startup itu juga diarahkan agar bisa memecahkan beragam persoalan paling utama di kelompok orang-orang. Th. ini, tujuan kami adalah menuntun 20 startup supaya berhasil bangun traksi, yang nanti bakal menolong mereka untuk memperoleh pendanaan di ronde setelah itu, ” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *