Salah Satu Cara Membajak Whatsapp Adalah Lewat Kiriman Foto

Screenshot_3

Enkripsi yang diaplikasikan di aplikasi chatting tidak senantiasa menanggung keamanan. WikiLeaks, umpamanya, mengungkap kalau tubuh intelijen AS, CIA tetaplah dapat meretas aplikasi chatting yang dilindungi oleh end-to-end encryption.

Beberapa waktu terakhir, firma keamanan Check Point ikut mempublikasikan satu celah keamanan yang ada di versus situs dari dua aplikasi messaging popular, WhatsApp serta Telegram.

Celah keamanan dapat digunakan hacker untuk membajak atau menggantikan akun pemakai WhatsApp serta Telegram lewat situs. Langkahnya yaitu dengan kirim photo atau gambar yang telah disusupi kode beresiko.

Demikian di buka, kode beresiko bakal dieksekusi serta mengalihkan pemakai ke laman HTML diisi malware. Malware itu lalu dapat dipakai untuk terhubung semuanya data yang disimpan dengan cara lokal di computer.

“Dengan kirim photo, seseorang penyerang dapat menggantikan akun, terhubung history pesan, semuanya photo yang pernah diberikan, lantas kirim pesan atas nama pemakai, ” tutur Oded Vanunu, head of product vulnerability research Check Point, seperti dirangkum KompasTekno dari The Verge, Kamis (16/3/2017).

Sudah diperbaiki

Dalam paparannya, Check Point menyampaikan kalau hal diatas dapat terhadi lantaran WhatsApp serta Telegram versus situs tersinkronisasi dengan akun pemakai di hp.

Untunglah, pada 8 Maret lantas, Check Point sudah melaporkan kehadiran celah keamanan ini pada WhatsApp serta Telegram. Keduanya saat ini sudah menambal celah keamanan disebut.

“Saat Check Point berikan laporan, kami segera menanggapinya dalam satu hari serta melaunching up-date untuk WhastApp Situs. Mohon restart browser untuk meyakinkan kalau Kamu menggunakan versus paling baru, ” tutur seseorang juru bicara WhatsApp.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *